Review pertandingan Dortmund VS Juventus

/
0 Comments
    jujur penulis sendiri masih ragu dengan kemampuan tim kesayangan dalam laga ini, apalagi pada babak pertama dortmund mampu menyetak 1 goal away, jadi kesempatan juve untuk lolos dari 16 besar liga champion tahun ini masih diragukan, apalagi sejarah juventus selama beberapa tahun terakhir selalu mengalami nasib buruk jika berlaga di liga champion, penulis ingat sekali dengan kata-kata galliani "wakil president milan" ketika juve dikalahkan dalam laga final liga champion di tahun 2003.

"habitat juve bukanlah di Liga Champion, mereka hebat di Serie A tapi milan selalu memberikan penampilan berbeda di Liga Champion, saya yakin juve akan kalah di laga ini"

dan yang terjadi adalah juve kalah dipenalti. seakan phobia terus menghantui juventus, bahkan dalam kepemimpinan pelatih hebat juventus yaitu Mr Conte,Juventus masih saja mengalami kesusahan di Liga Champion.



  Tahun ini juventus berlaga lagi di Liga tim- tim besar Eropa ini dengan nahkoda baru yaitu Mr Allegri, seorang pelatih yang tidak populer di juventini, bahkan dalam pengangkatannya banyak mengundang protes para juventini. dan keraguan para juventini dan para pengamat sepakbola terhadap kemampuan juventus dalam mengarungi liga champion masih menyelimuti. Tetapi keberhasilan juventus menyingkirkan dortmund pada laga rabu (18-03-15) membuktikan bahwasanya juventus bisa menunjukkan levelnya diranah Liga Champion.

      Sepertinya mundurnya Conte dan memberikan kesempatan ke Allegri memberikan jawaban atas performa Juventus di Liga Champion, meski pada penyisihan group A bersama atletico, olympiakos dan malmo, Juventus belum menunjukkan kemampuannya tapi perlahan mereka memberikan penampilan yang menjanjikan di akhir penyisihan group. dengan 3 kemenangan, 1 seri, dan 2 kalah.

      Keunggulan Juventus di pertemuan pertama memberikan kemudahan bagi Juventus untuk mempertahankannya, jadi strategi bertahan harus dijadikan fokus, akan tetapi pasukan Allegri tidak hanya fokus hanya bertahan tapi mereka menunjukkan strategi bertahan bukan berarti tidak bisa mencetak gol, dengan serangan balik yang cepat Juventus pun unggul 3-0 di akhir pertandingan. dalam babak pertama pasukan Juergen Klopp tidak bisa membuat 1 tembakan ke gawang juventus.



     Dortmund juga seperti kehabisan akal ketika membongkar pertahanan juventus, sang superstar Dortmund Marco Reus seperti berjuang sendiri tidak menyatu dengan tim secara keseluruhan, dan penyerang lain seperti Aubameyang, Henrikh Mkhitaryan dan Kevin Kampl sama saja tidak bisa menunjukkan kelasnya dalam laga ini. Sepertinya Juve kembali ke spesialisasi mereka sebagai masterpiece bertahan sampai salah satu penyerang Dortmund berkata :

"juve sangat pintar dan dengan segala pengalamannya. kita tidak menciptakan peluang dan jarang terlihat di zona bahaya mereka" Kampl

juve tidak pernah memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kemampuan menyerang dortmund. dan seakan Juve telah belajar dari kesalahan masa lalu mereka, dalam pertandingan ini mereka menunjukkan dalam pertandingan ini. seperti khasnya tim - tim dari Italia yang dikenal sebagai masterclass dalam bertahan, Juve pun tidak memberikan para pemain dortmund asik mengumpan di area pertahanan Juventus. Mungkin Juventus tidak memiliki pemain seperti Nesta atau Cannavaro, dan Palo Maldini  yang dikenal sebagai salah satu legenda itali dalam aspek pertahanan. tapi keseluruhan pemain juve sudah menunjukkan kelasnya sebagai satu kesatuan pertahanan ketika mereka diserang dortmund, bukan hanya bek tapi gelandang dan penyerang pun melakukan pressing ke pemain lawan.

dalam sisi penyerang, Carloz Tevez sekali lagi menunjukkan sebagai pemain yang bisa memberikan perbedaan bagi tim. meski dia tidak selalu memberikan kemampuan optimalnya tapi pada rabu kemaren dia menunjukkan kelasnya sebagai pemain World Class, bukan hanya sebagai pencetak gol tapi sebagai pemberi assist bagi rekan penyerangnya Morata. Gol pembuka tevez dicetak luar biasa dari luar kotak penalti, sehingga memberikan tekanan mental terhadap pemain dortmund, karena mereka dituntut untuk membuat gol dahulu. tevez telah melakukan perubahan yang signifikan dari semenjak dia di manchester united atau city, dari pemain yang selalu suka membuat onar dan identik dengan masalah menjadi pemain World Class di Juventus, dia mau berkorban untuk tim dan tumbuh menjadi salah satu pemimpin di Group pemain Juventus.c

"saya pikir team sudah bermain sangat bagus, saya hanya melakukan tugas saya, tapi yang menang adalah tim, selalu" tutur tevez dalam wawancara dengan Mediaset.

"Kami tahu Liga Champions selalu menyulitkan, tapi kami berada di trek yang benar," katanya.

Meski Juventus belum bisa dikatakan sebagai calon favorit pemenang liga champion musim ini tapi, juventus sudah menunjukkan bahwa juventus sudah kembali ke track tim yang mampu berbicara banyak di Liga Champion. akankah juventus juara... hemmm berdoa saja semoga impian kita untuk melihat tim kesayangan kita mengangkat trofi Liga Champion tahun ini.....


Formasi 



Rating Pemain

1. buffon "jarang diuji oleh lawan, seperti halnya seorang kapten, dia selalu menunjukkan determinasinya ketika ada serangan dari lawan"  Rating 6

3. Chiellini "menjadi jendral di lini belakang juve, selalu lugas ketika mengawal pemain dortmund" Rating 8

19. L. Bonucci "menunjukkan penampilan yang prima, tidak seperti permainan dia yang kadang melakukan kesalahan" Rating 6

33. P. Evra "menjadi pengumpan dalam goal tevez, tampil prima dalam menjaga sisi kiri pertahanan juventus, sehingga pemain dortmund kampl tidak bisa mengembangkan permainannya" rating 7

26. S. Lichtsteiner "berhasil membuat reus menjadi pemain yang tidak bisa mengembangkan permainannya, sesekali menjadi inisiator serangan balik juve, dan hampir membuat 1 gol spektakuler bagi juve dalam 1 skema serangan balik sisi kanan juve" rating 7

6. P. Pogba "selalu berbahaya ketika menyerang tapi sayangnya dia tidak bisa melanjutkan permainan gara-gara cedera pada menit 30" rating 6

23. A. Vidal "cermat dalam bertahan, selalu menjadi penyaring awal dari serangan dortmund, tackle dan clearencenya memberikan rasa aman bagi juventus, tapi kali ini dia jarang melakukan tekanan ke pertahanan lawan" Rating 7

8. C.Marchisio "salah satu penampilan bagus dari gelandang juve ini, dia bagus bertahan, dan melakukan 1 key pass bagi goal morata" rating 7.5

37. R. Pereyra  "selalu berbahaya dalam serangan balik juventus, umpan-umpannya mampu merepotkan pertahanan lawan, salah satunya adalah goal ke-2 tevez" rating 7.5

10. C. Tevez "briliant, seorang striker dengan kemampuan lengkap, finisher, passer dan defender semua dilakukan tevez pada pertandingan ini" rating 9

9. A. Morata "mempunyai 2 peluang emas yang gagal jadi gol, pada peluang yang ke 3 pemain ini mendapatkan umpan brilian dari tevez dan akhirnya membuat gol" rating 8.5

pemain pengganti

15. A. Barzagli "menggantikan Pogba yang cedera pada menit ke-27, dan membuat juve kembali ke formasi andalan pada era conte yakni 3-5-2, dengan pengalaman dia dijerman, barzagli mampu membuat para penyerang dortmund frustasi" rating 7

32. Matri "menggantikan posisi alvaro morata di menit 78, tapi tidak memberikan efek terhadap permainan juve" rating 5

7. S. Pepe "menggantikan tevez di menit 81, masuk karena posisi juventus sudah unggul dan sepertinya allegri mengubah formasi agar lebih bertahan" rating 5






















You may also like

Tidak ada komentar: